Do'a Supaya Rezekinya Ditambah



ALLAAHUMMA ZIDNAA WA LAA TAN QUSHNAA WA AKRIMNAA WA LAA TUUHINNAA WA A’THINAA WA LAA TAHRIMNAA WA AATSIRNAA WA LAA TU’TSIR ’ALAINAA WA ARDHINAA WARDHO’ANNA”


Artinya :
Wahai Tuhanku, berilah tambah kepada kami, janganlah Engkau hinakan kami, muliakanlah kami dan janganlah Engkau hinakan kami. Dan berilah kami, janganlah Engkau halangi kami dan pilihlah kami, dan janganlah Engkau tinggalkan kami, dan relakan kami dan janganlah Engkau cegah kami.”


Apabila seseorang membiasakan dirinya membaca do’a di atas sebanyak 7 kali pada tiap- tiap selesai mengerjakan shalat fardhu. Dan apabila hendak berangkat kerja, maka hendaklah membaca do’a ini sebanyak 3 kali.

Do'a Untuk Menghilangkan Kesedihan Karena Hutang

ALLAA LAHUL KHALQU WAL AMRU TABAARAKALLAAHU RABBUL ’’AALAMIINA”


Artinya :
Ketahuilah olehmu, Dialah (Allah) yang mempunyai ciptaan dan suruhan. Maha Mulia Tuhan Semesta Alam.”


Pernah diceritakan, bahwa zaman dahulu hiduplah seorang laki- laki yang kaya raya dan hidupnya sangat kecukupan. Akan tetapi karena suatu sebab, kekayaan tersebut surut dan akhirnya habis sehingga ia jatuh miskin dan menanggung hutang yang banyak.
Suatu malam, pikirannya sangat kacau dan sedih karena memikirkan nasib buruk dan hutangnya yang banyak, sehingga ia tak bisa tidur. Lalu ia berjalan- jalan menyusuri daerah di sekelilingnya. Pada suatu tempat, ia mendengar ada orang yang membaca ayat suci Al- Qur’an. Didengarnya bacaan itu dengan khusyuk, hingga tiba pada suatu ayat yang berbunyi : “ALAA LAHUL KHALQU WAL AMRU TABAARAKALLAAHU RABBUL ‘AALAMIINA.” (Q.S Al- A’raf ayat 54). Entah karena apa, ayat tersebut sangat terkesan di hatinya, sehingga ia baca berulang- ulang sambil meneruskan perjalanannya hingga tiba waktu subuh.
Sampai di rumah, ia masih belum juga bisa tidur, lalu ia duduk- duduk sambil membaca ayat yang baru didengarnya.
Tidak lama kemudian, datanglah seorang laki- laki yang belum dikenalnya. Begitu sang tamu masuk, ia bertanya ”Ada keperluan apakah sehingga Anda pagi- pagi datang kemari ?”. Lalu dijawab oleh sang tamu ”Aku datang kemari perlu menitipkan uang pada tuan”.
Dengan terkejut, ia berkata ”Maaf, sebetulnya aku sanggup menolong Anda, akan tetapi aku tidak berani, karena seperti Anda ketahui aku seorang miskin lagi melarat. Bagaimana jika aku tak bisa mengembalikan uang yang terpakai olehku ?”. Jawab si tamu ”Jika itu masalahnya, tidak jadi soal. Tuan boleh menggunakan uang itu bila tuan memerlukannya.”
Sambil berkata demikian, si tamu menyerahkan uang kepadanya, lalu pergi.
Beberapa hari kemudian, datanglah serombongan khafilah yang datang membawa barang dagangan. Melihat hal ini, ia berniat untuk membeli barang dagangan tersebut menggunakan uang orang asing yang dititipkan kepadanya. Setelah terjadi kesepakatan harga, barang- barang itu lalu ia bawa pulang ke rumahnya.
Selang beberapa hari kemudian, ia jual barang- barang itu dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga belinya, sehingga ia mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Dengan demikian uang yang dititipkan kepadanya menjadi berkembang dan bertambah banyak.
Seiring berjalannya waktu, orang asing yang menitipkan uang, datang kembali ke rumahnya. Oleh si laki- laki, kedatangan tamunya dikira bermaksud mengambil uang yang dititipkan kepadanya. Karena itu ia lalu masuk ke dalam mengambil uang itu beserta keuntungannya untuk diserahkan kepada tamunya.
Akan tetapi tamunya itu hanya diam saja tanpa mau menyentuh sedikitpun uang yang disodorkan kepadanya, bahkan ia berkata ”Uang yang dulu aku titipkan itu aku berikan kepada tuan berikut keuntungannya sekalian. Ketahuilah olehmu, bahwa sebenarnya aku ini adalah Malaikat Penjaga (Khadam) ayat yang selalu tuan baca itu.”
Setelah itu, orang asing yang ternyata malaikat yang menyamar itupun secara tiba- tiba lenyap dari pandangan mata, laki- laki itu menjadi heran dan takjub.
Setelah terjadinya peristiwa itu, ia lalu membiasakan diri membaca ayat tersebut sebanyak- banyaknya, sehingga akhirnya ia bisa membayar hutangnya yang menumpuk dan ia kembali menjadi orang kaya dan berkecukupan.

Do'a Supaya Mendapat Anugerah dan Rahmat



ALLAAHUMMA INNI AS-ALUKA MIN FADHLIKA WA RAHMATIKA FA INNAHU LAA YAMLIKU HUMAA ILLAA ANTA”


Artinya :
Wahai Tuhanku, aku memohon kepada- Mu dari anugerah dan rahmat- Mu, karena hanya Engkaulah yang memiliki keduanya itu.”


Do’a ini terdapat dalam riwayat Ibnu Mas’ud, bahwasanya Rasulullah SAW pernah didatangi oleh seorang tamu, lalu oleh Rasulullah tamu itu dibawa ke rumah salah seorang istrinya untuk dijamu. Akan tetapi pada waktu itu, tidak seorangpun dari istri- istri Rasulullah yang mempunyai makanan untuk disajikan kepada tamunya.
Melihat keadaan seperti itu, Rasulullah lalu berdo’a seperti diatas. Dan beberapa waktu kemudian, datanglah seorang sahabat yang membawa daging panggang untuk diberikan kepada Rasulullah. Setelah itu beliau bersabda ”Inilah anugerah dari Allah, sedang waktu itu aku sedang menanti rahmat.” (Diriwayatkan oleh Ath Thabrani dan Abu Nu’aim)

Do'a Bila Sudah Dapat Membayar Hutang

”BAARAKALLAAHU LAKA FII AHLIKA WA MAALIKA”


Artinya :
“Mudah- mudahan Allah memberkahi keluargamu dan hartamu.”


Do’a ini merupakan ucapan syukur kepada Allah, dibaca setelah hutang lunas terbayar.

Do'a Supaya Rezekinya Ditambah


ALLAAHUMMA ZIDNAA WA LAA TAN QUSHNAA WA AKRIMNAA WA LAA TUUHINNAA WA A’THINAA WA LAA TAHRIMNAA WA AATSIRNAA WA LAA TU’TSIR ’ALAINAA WA ARDHINAA WARDHO’ANNA”


Artinya :
Wahai Tuhanku, berilah tambah kepada kami, janganlah Engkau hinakan kami, muliakanlah kami dan janganlah Engkau hinakan kami. Dan berilah kami, janganlah Engkau halangi kami dan pilihlah kami, dan janganlah Engkau tinggalkan kami, dan relakan kami dan janganlah Engkau cegah kami.”


Apabila seseorang membiasakan dirinya membaca do’a di atas sebanyak 7 kali pada tiap- tiap selesai mengerjakan shalat fardhu. Dan apabila hendak berangkat kerja, maka hendaklah membaca do’a ini sebanyak 3 kali.

Alam Pada Zahirnya Dan Batinnya



 

ALAM INI PADA ZAHIRNYA ADALAH TIPUAN DAN BATINNYA ADALAH PERINGATAN. NAFSU MEMANDANG KEPADA ZAHIRNYA YANG MENIPU DAYA, SEMENTARA HATI PULA MEMANDANG KEPADA BATINNYA YANG MEMBERI PERINGATAN. Alam maya ini boleh dilihat melalui dua aspek, iaitu aspek zahir dan aspek batin. Aspek zahir memperlihatkan satu keadaan sementara aspek batin pula memperlihatkan keadaan yang lain. Bagi memudahkan pemahaman alam boleh dibahagikan kepada dua bahagian, iaitu alam rendah yang dikenali sebagai dunia dan alam tinggi yang dikenali sebagai alam malaikat (alam malakut). Alam dunia adalah tempat kediaman manusia dan juga musuh manusia iaitu syaitan. Manusia menjadi permata bagi dunia. Dunia ini diciptakan khas untuk ditempatkan manusia buat melaksanakan hukum ketentuan Allah s.w.t pada azali. Manusia dijadikan khalifah atau penguasa yang bertanggungjawab menjalankan perundangan Tuhan yang telah siap digubal dan dibentangkan. Dalam melaksanakan tugasnya manusia tidak dibiarkan dalam kebingungan. Tuhan sentiasa menghantarkan ayat-ayat-Nya, tanda-tanda dan petunjuk sebagai penyuluh jalan bagi manusia selaku pelaksana hukum Tuhan. Ayat-ayat, tanda-tanda dan petunjuk yang disampaikan kepada manusia adalah bersesuaian dengan sifat manusia dan alam dunia yang mereka diami. Utusan Allah s.w.t yang menyampaikan ayat-ayat, tanda-tanda dan petunjuk kepada manusia dipilih dari kalangan manusia sendiri dan bertutur dalam bahasa manusia. Manusia mendengar para Rasul membacakan ayat-ayat Allah s.w.t dalam bahasa yang mereka fahami. Rasul-rasul pada zahirnya bersifat sebagai manusia tetapi pada batinnya adalah juru-bicara Allah s.w.t, menyampaikan apa yang Allah s.w.t mahu sampaikan. Bahasa yang digunakan pada zahirnya adalah bahasa manusia tetapi pada batinnya adalah Kalam Allah s.w.t.
 Dalam melaksanakan tugas membawa risalat, Rasul-rasul diperkuatkan dengan mukjizat. Mukjizat tersebut pada zahirnya merupakan perubahan yang luar biasa terjadi pada anasir alam, tetapi pada batinnya adalah pertunjukan kekuasaan Tuhan. Dalam kehidupan harian manusia melihat berbagai-bagai kejadian seperti curahan air hujan, tiupan angin, alunan ombak dan lain-lain. Mereka melihat kejadian alam pada zahirnya tetapi pada batinnya adalah perjalanan peraturan Allah s.w.t. Manusia juga pada zahirnya mengalami berbagai-bagai peristiwa tetapi pada batinnya adalah takdir Ilahi. Jadi, seluruh aspek kehidupan dalam alam dunia ini merangkumi aspek zahir dan aspek batin.
 Aspek zahir memperlihatkan benda-benda alam dan aspek batin menyatakan hubung-kait segala sesuatu dengan Tuhan. Jika pandangan hanya tertuju kepada aspek zahir maka hanya benda-benda alam dan peristiwa yang kelihatan, tidak ada kenyataan tentang Tuhan. Pandangan yang hanya memperlihatkan alam akan mengwujudkan sikap bebas merdeka, tidak berasa bergantung kepada Tuhan, tidak berasa malu melakukan maksiat jika tidak dilihat oleh sesama manusia walaupun Tuhan melihatnya. Orang yang memiliki pandangan begini adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya yang sentiasa gelojoh dan berselera dengan benda-benda alam. Pandangan yang seperti ini menjemput syaitan supaya ikut sama memperindahkan benda-benda yang digemari oleh hawa nafsu itu. Pandangan nafsu yang membelakangi Tuhan akan dibungkus oleh pandangan syaitan. Allah s.w.t berfirman:
Dengan yang demikian, bagaimana fikiranmu (wahai Muhammad) terhadap orang yang menjadikan hawa nafsunya: tuhan yang dipatuhinya, dan ia pula disesatkan oleh Allah kerana diketahui-Nya (bahawa ia tetap kufur ingkar), dan dimeteraikan pula atas pendengarannya dan hatinya, serta diadakan lapisan penutup atas penglihatannya? Maka siapakah lagi yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya sesudah Allah (menjadikan dia berkeadaan demikian)? Oleh itu, mengapa kamu (wahai orang-orang yang ingkar) tidak mahu beringat dan insaf? ( Ayat 23 : Surah Jaathiyah ) Orang yang pandangan nafsunya dibungkus oleh pandangan syaitan akan mengalami keadaan yang lebih berat.
(Dengan sebab keingkaran mereka), Allah meteraikan atas hati mereka serta pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada pentutupnya; dan bagi mereka pula disediakan azab seksa yang amat besar. ( Ayat 7 : Surah al-Baqarah ) Kesudahannya mereka sampai kepada keadaan:
(Orang-orang yang melakukan perkara-perkara tersebut) merekalah yang dilaknat oleh Allah serta ditulikan pendengaran mereka, dan dibutakan penglihatannya. (Setelah diterangkan yang demikian) maka adakah mereka sengaja tidak berusaha memahami serta memikirkan isi Al-Quran? Atau telah ada di atas hati mereka kunci penutup (yang menghalangnya daripada menerima ajaran Al-Quran)? ( Ayat 23 & 24 : Surah Muhammad )  Pendengarannya tidak dapat lagi mendengar kebenaran dan penglihatannya tidak dapat lagi melihat kebenaran. Inilah keadaan orang yang dilaknat oleh Allah s.w.t. Allah s.w.t telah melaknatkan seorang hamba-Nya, maka berubah sifat hamba itu dari orang salih menjadi iblis dan gugurlah segala amalan yang pernah dikerjakannya. Jika Allah s.w.t melaknatkan seseorang bani Adam maka dia akan menjadi syaitan berbangsa manusia. Manusia syaitan akan mendorong manusia lain supaya mengikutnya pergi ke neraka. Supaya terselamat dari keadaan tersebut Rasulullah s.a.w menasihatkan dengan peringatan:
Sesungguhnya di dalam jasad anak Adam itu ada seketul daging. Jika baik ia nescaya baiklah semua anggotanya. Bila jahat ia nescaya jahatlah seluruh anggotanya. Ketahuilah, itulah kalbu (hati). ( Maksud Hadis ) Allah s.w.t berfirman:
Sesungguhnya berjayalah orang yang menjadikan dirinya – yang sedia bersih – bertambah-tambah bersih (dengan iman dan amal kebajikan), Dan sesungguhnya hampalah orang yang menjadikan dirinya – yang sedia bersih – itu susut dan terbenam kebersihannya (dengan sebab kekotoran maksiat). ( Ayat 9 – 10 : Surah asy-Syams ) Penyucian hati adalah penyelamat manusia dari tertipu oleh benda-benda alam dan kejadian yang zahir. Hati yang suci bersih dapat melihat terus ke dalam batin bagi setiap yang zahir. Bila dia mendengar bacaan ayat-ayat Quran hatinya mendengar ucapan Kalam Allah s.w.t. Bila dia melihat sesuatu peristiwa terjadi, hatinya melihat perjalanan takdir Allah s.w.t. Bila dia melihat sesuatu kegemparan hatinya melihat kekuasaan Allah s.w.t. Apa juga yang zahir yang dilihatnya akan membuat hatinya melihat manifestasi ketuhanan padanya. Tiada sesuatu yang terlepas daripada ikatan ketuhanan (Ilahi).
 Pandangan terhadap ketuhanan bukan setakat alam dunia, malah rohaninya mencapai alam malakut dengan mata hatinya tetap tidak berganjak dari melihat kepada ketuhanan. Hatinya melihat bahawa malaikat tidak mempunyai kuasa walau sebesar zarah pun untuk berbuat sekehendaknya. Semuanya tunduk dan patuh kepada Allah s.w.t. Walaupun sekalian malaikat berkumpul untuk menolongnya dia tetap melihat bahawa Penolong sebenar adalah Allah s.w.t, Tuhan sekalian alam. Begitulah pandangan mata hati yang tidak dilindungi oleh yang zahir untuk dia melihat kepada yang batin.

Harapan Dan Angan-angan





HARAPAN ADALAH YANG DISERTAI AMAL. JIKA TIDAK IA ADALAH ANGAN-ANGAN.
Harapan dan angan-angan adalah dua perkara yang serupa  tetapi datang melalui saluran yang berlainan, lalu meninggalkan kesan yang berbeza. Segala perkara yang datangnya dari Kudrat dan Iradat Allah s.w.t akan diasingkan apabila sampai ke perbatasan langit dunia. Sebahagiannya diserahkan kepada dunia dan sebahagian lagi dipelihara daripada gangguan dunia. Apa sahaja yang diserahkan melalui dunia akan melahirkan kekeliruan dan keraguan serta menutup kebenaran. Apa yang tidak diusik oleh dunia akan tetap berada dalam kesucian yang murni dan tidak putus dari tali kebenaran. Sesiapa yang menerima hidangan dari dunia akan menerima kesannya iaitu gambar-gambar sangkaan dan khayalan. Salah satu kesan yang didatangkan oleh dunia adalah angan-angan. Angan-angan adalah sejenis alam khayalan yang berada di bawah bumbung langit dunia. Di dalam alam ini seseorang itu boleh mendapatkan apa sahaja dengan cara berkhayal, dan yang diperolehi dari khayalan itu menimbulkan sejenis kelazatan atau kepuasan kepada nafsu orang yang berkenaan. Misalnya, seorang pemuda yang tergilakan seorang gadis, boleh mendapatkan gadis itu di dalam alam khayal dan berbuat apa sahaja yang mendatangkan kelazatan dan kepuasan. Alam khayalan ini juga yang menyambut penagih-penagih dadah dan peminum arak. Banyaklah yang boleh didapati di dalam alam khayalan, tetapi apabila kesedaran datang semula seseorang itu akan berpisah daripada semua yang dimilikinya di dalam alam khayalan tadi. Kelazatan di sana boleh dinikmati di sana sahaja, tidak boleh dibawa kepada alam nyata ini.
Pada saluran yang tidak diganggu oleh dunia, perkara yang berbeza terjadi. Apabila seseorang memperolehi kurniaan dari Allah s.w.t yang tidak dikotori oleh dunia, akan lahirlah satu tenaga di dalam dirinya yang dinamakan harapan. Jika angan-angan mengheret seseorang kepada alam khayalan, harapan pula mengemaskan kedudukannya berpijak di atas bumi kenyataan. Tenaga harapan adalah tenaga yang datangnya dari Allah s.w.t. Pengurniaan tenaga harapan adalah tanda bahawa si hamba itu diasingkan daripada kekufuran kerana tidak berputus asa melainkan orang kafir. Tenaga harapan menjadi benteng memisahkan iman daripada kufur. Orang yang memperolehinya sebenarnya mendapat taufik dan hidayat dari Allah s.w.t. Apabila Allah s.w.t mengurniakan kepada hamba-Nya harapan itu tandanya yang Dia berkenan membawa si hamba itu kepada apa yang diharapkan. Tenaga harapan akan menggerakkannya menuju kepada apa yang disediakan untuknya. Pergerakan atau amal tidak terpisah daripada tenaga harapan. Jauh sekali perbezaan antara orang yang berharap dengan orang yang berangan-angan. Rasulullah s.a.w bersabda:
Orang bodoh adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berangan-angan mendapatkan syurga dari Allah s.w.t. ( Maksud Hadis )  Allah s.w.t berfirman:
Dan sangkaan kamu yang demikian, yang kamu sangka terhadap Tuhan kamu, itulah yang telah membinasakan kamu; (dengan sangkaan kamu yang salah itu) maka menjadilah kamu dari orang-orang yang rugi!” ( Ayat 23 : Surah Fussilat )  Orang yang diheret oleh angan-angan akan jatuh ke dalam jurang kebinasaan, rugi di dunia dan lebih rugi lagi di akhirat. Orang yang diheret oleh harapan dengan berbagai-bagai amal itulah yang berjaya, baik di dunia dan lebih baik  lagi di akhirat.